21 agustus 26
Sebelum Lelap
Bayang tawa menari-nari, hadir tanpa diundang di tengah riuk ramai.
Jika doa punya kuasa,ingin kupeluk harap untuk memilikimu.
Namun waktu bukan milik kita.
Aku tak minta memutar balik masa lalu,
hanya ingin Tuhan memperlambat waktu.
dan memutar ribuan putaran masa
yang takkan pernah bosan.
Mungkin ini sekadar khayal,sebab jika nyata, rencana-Nya sungguh luar biasa.
Itulah mengapa senyummu tak terjelaskan—
tak bisa direkayasa, tak dapat diragukan.
Sebuah senyum sederhana
yang terus berputar dan menari tanpa alasan,
alasan paling jujur kenapa ada.
Di tengah hiruk-piruk malam,
ada sunyi yang bising oleh ingatan.
Tawamu masih melekat erat.
Kita mengobrol tanpa alur, tanpa tema,
tanpa rancangan yang perlu diselesaikan.
Jika sebuah buku butuh rumusan masalah,
mungkin riuhnya obrolan kitalah jawabannya.
Orang lain mungkin takut obrolan usai,
namun bagi kita, tak ada yang benar-benar selesai.
Kita bicara tentang mengapa awan membiru,
atau mengapa roda mobil berjumlah empat.
Lucu memang, tapi inilah dunia kita—
dunia yang tak pernah perlu kejelasan.
Hingga akhirnya aku sadar, mungkin kita bertemu pada ruang yang keliru.
Itulah sebabnya cinta ini disebut jatuh.
Aku tak mampu menahan, tak sanggup menolak
senyummu yang sanggup merobohkan benteng terkuat, senyum yang jauh lebih indah dari seluruh tempat yang pernah kusinggahi.

Comments
Post a Comment