Bisa Lah
Catatan Hari Ini
Hari ini, aku belajar memahami arti dari sebuah kesendirian. Belajar tentang bagaimana kita bisa kembali ke masa kecil—masa di mana kita mampu bermain dan bahagia sendiri tanpa perlu merepotkan orang lain.
Ternyata, ketika berada di titik di mana kita mampu melakukan dan menghadapi segalanya sendiri, rasanya seperti ini, ya? Kita jadi bisa mengenal lebih dalam siapa diri kita sesungguhnya. Oh, ternyata aku tidak se-suka itu pada kopi. Ternyata cokelat juga terasa lezat, dan secangkir teh rasanya begitu ringan dan menenangkan. Selama ini, mungkin kita terlalu fokus mencari validasi dari orang lain dan sibuk membangun citra diri, hingga kita lupa di mana sebenarnya letak kebahagiaan kita sendiri.
Ternyata tidak mudah untuk menjadi sosok yang benar-benar memahami diri sendiri. Namun, tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas: mengapa ya? Kita selalu terlalu sibuk memahami orang lain—menghafal makanan favorit mereka atau warna kesukaan mereka—sementara kita sendiri lupa, atau bahkan tidak pernah tahu, apa yang sebenarnya kita sukai dan apa batas kemampuan kita. Lucunya, hidup terus berputar tanpa arah dan mengalir begitu saja.
Dulu aku pernah berpikir, "Kok bisa ya dia seasyik itu sendirian? Apa dia tidak punya teman, atau memang se-ansos itu?" Namun kini, setelah menjalani dan merasakannya sendiri, aku seperti tertampar oleh pemikiranku masa lalu. Oh, ternyata seperti ini rasanya menjadi dia. Dan ternyata, ada ketenangan yang luar biasa ketika kita tidak lagi menggantungkan harapan pada kehadiran orang lain, melainkan membiarkan kehadiran diri kitalah yang memberi arti.
"Mengenal diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan. Berdamai dengan kesendirian bukan berarti kamu terasing dari dunia, melainkan tanda bahwa kamu telah menemukan rumah yang paling utuh di dalam dirimu sendiri."

Comments
Post a Comment