Posts

Bisa Lah

Image
Catatan Hari Ini Hari ini, aku belajar memahami arti dari sebuah kesendirian. Belajar tentang bagaimana kita bisa kembali ke masa kecil—masa di mana kita mampu bermain dan bahagia sendiri tanpa perlu merepotkan orang lain. Ternyata, ketika berada di titik di mana kita mampu melakukan dan menghadapi segalanya sendiri, rasanya seperti ini, ya? Kita jadi bisa mengenal lebih dalam siapa diri kita sesungguhnya. Oh, ternyata aku tidak se-suka itu pada kopi. Ternyata cokelat juga terasa lezat, dan secangkir teh rasanya begitu ringan dan menenangkan. Selama ini, mungkin kita terlalu fokus mencari validasi dari orang lain dan sibuk membangun citra diri, hingga kita lupa di mana sebenarnya letak kebahagiaan kita sendiri. Ternyata tidak mudah untuk menjadi sosok yang benar-benar memahami diri sendiri. Namun, tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas: mengapa ya? Kita selalu terlalu sibuk memahami orang lain—menghafal makanan favorit mereka atau warna kesukaan mereka—sementara kita sendiri lupa, atau...

Jejak yang Tertinggal

Image
Nama yang berdiri anggun bagai dinding tak berujung, sesuatu yang tak mampu ditundukkan, bahkan oleh leher yang mendongak. Namun di balik keagungan yang diwariskan, ada suara lembut berbisik tentang makna sebenarnya, bahwa gelar yang melekat hanyalah titipan, sandang yang tak pernah dipinta untuk dikenakan. Namun bagiku yang tumbuh dalam riak prasangka, darah yang mengalir kerap kali menuntut perlakuan berbeda. Apakah keistimewaan memang harus disembah? Atau kita hanya terjebak dalam bayang-bayang yang dibuat manusia? Tak ada kebenaran mutlak yang bisa digenggam, semua berputar pada sudut pandang dan sudut harap. Lalu hadirmu, sosok yang terlalu tinggi untuk kuraih. Siapakah aku yang berani menaruh rasa pada padang yang begitu indah? Ada gentar yang menyusup pelan,takut jika langkah yang salah hanya akan memberi kecewa. Biarlah rasa ini sesekali menampar dengan sendiri, agar tak melangkah terlalu jauh melampaui batasnya. Di tempat kedai malam yang belum lelap, di antara aroma pekat ya...

21 agustus 26

Image
Sebelum Lelap Bayang tawa menari-nari, hadir tanpa diundang di tengah riuk ramai. Jika doa punya kuasa,ingin kupeluk harap untuk memilikimu. Namun waktu bukan milik kita. Aku tak minta memutar balik masa lalu, hanya ingin Tuhan memperlambat waktu. dan memutar ribuan putaran masa yang takkan pernah bosan. Mungkin ini sekadar khayal,sebab jika nyata, rencana-Nya sungguh luar biasa. Itulah mengapa senyummu tak terjelaskan— tak bisa direkayasa, tak dapat diragukan. Sebuah senyum sederhana yang terus berputar dan menari tanpa alasan, alasan paling jujur kenapa ada. Di tengah hiruk-piruk malam, ada sunyi yang bising oleh ingatan. Tawamu masih melekat erat. Kita mengobrol tanpa alur, tanpa tema, tanpa rancangan yang perlu diselesaikan. Jika sebuah buku butuh rumusan masalah, mungkin riuhnya obrolan kitalah jawabannya. Orang lain mungkin takut obrolan usai, namun bagi kita, tak ada yang benar-benar selesai. Kita bicara tentang mengapa awan membiru, atau mengapa roda mobil berjumlah empat. L...

idul adha

dul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah. Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. (Baca juga: Pengertian Qurban Secara L...